Cerita Lilin
Akhirnya kupadamkan lilin yang menerangi tiap inci sudut ruang makan
karna perjamuan telah usai
yang tersisa hanyalah kenangan
yang tersisa hanyalah....
orang – orang yang telah membantuku menghabiskan makanan dalam meja, perjuangan.
kawan – kawan yang masih memberiku semangat
semangat untuk tetap makan, meski ku t’lah kekenyangan.
ada juga yang memapah, saat sayap – sayap semangatku patah oleh tanganku sendiri.
juga para generasiku yang siap untuk perjamuan selanjutnya.
karna itu, aku percaya mereka membawa dan akan menyalakn lilin yang baru...
dengan semangat baru
dengan membawa cerita perjamuan yang baru...
Senin, 31 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar